Ingin kemudian kurangkai kata
Namun tinta penaku telah luruh
mengering bersama duka
Ingin kulukiskan berjuta indah
kejora
Namun kanvasku telah luruh lebur
dalam air mata maya
Lelah sudah aku mencari, menatih
dan tertatih dalam jejak-jejak
langkah.
Mengayuh sebuah biduk rapuh,
dalam pengembaraan sunyi
Sebuah sepi yang tidak pernah
henti
Aku hanya ingin sebuah kata saja,
yang terlontar di suatu saat
Namun bila kemudian keluh yang
hadir, diam seribu bahasa, dalam
sekian masa
Sesungguhnya yang terjadi adalah
aku sedang membunuh rasa
Yang ingin kutenggelamkan jauh-
jauh
Dan kukuburkan di lapisan pelangi
senjaku
Maka kelu itu adalah sebuah
pertempuran yang tidak pernah
dapat aku menangkan
Dan bila kemudian suatu saat
akhirnya ada kata terucap
Bukan sebuah pemuasan atas ingin
yang begitu menggejolak
Sebab itu adalah wujud lain dari
pembunuhan ego