Kamis, 06 Agustus 2015

AIR MATA MAYA


Ingin kemudian kurangkai kata Namun tinta penaku telah luruh mengering bersama duka Ingin kulukiskan berjuta indah kejora Namun kanvasku telah luruh lebur dalam air mata maya Lelah sudah aku mencari, menatih dan tertatih dalam jejak-jejak langkah. Mengayuh sebuah biduk rapuh, dalam pengembaraan sunyi Sebuah sepi yang tidak pernah henti Aku hanya ingin sebuah kata saja, yang terlontar di suatu saat Namun bila kemudian keluh yang hadir, diam seribu bahasa, dalam sekian masa Sesungguhnya yang terjadi adalah aku sedang membunuh rasa Yang ingin kutenggelamkan jauh- jauh Dan kukuburkan di lapisan pelangi senjaku Maka kelu itu adalah sebuah pertempuran yang tidak pernah dapat aku menangkan Dan bila kemudian suatu saat akhirnya ada kata terucap Bukan sebuah pemuasan atas ingin yang begitu menggejolak Sebab itu adalah wujud lain dari pembunuhan ego

Tidak ada komentar:

Posting Komentar