Sabtu, 11 April 2015

Arah Dan Mimpi

Siapakah aku ini
Diantara beribu makhluk yang terpancar
Ku hanya membiarkan waktu lari dari kehidupan
Kemana arah dan mimpiku

Matahari dan bulan pun tiada makna lagi
Sengatan dan dingin tak berarti apapun

Aku tercipta tak ingin sebagai percontohan kegagalan
Parasit dan maya kata mereka

Tuhan, Engkau Maha Melihat dan Maha Mendengar
Tetapkan setiap nafas ini untuk mencapai suatu tujuan
Asap saja beranjak dari bawah keatas langit sana
Tapi kemana arah dan mimpiku

Apa jadinya hidup sebagai baling baling yang mengikuti setiap penjuru angin yang berhembus
Terjatuh bukannya segera bangkit
Berdiri tapi tak tahu kemana aku

Berikan aku arah dan mimpi itu
Wahai Sang pemilik kehidupan

Selamat Jalan Sahabat

Baru saja hendak kutawarkan secakir rindu yang pekat Namun malam terlebih dahulu menjemputmu dalam lelap