Minggu, 09 Agustus 2015

TEPIAN LADANG

Pada pucuk pohon singkong di
tepian ladang
Melintas wajah kecilku tertawa
riang
Dalam semilir angin siang
Yang menyingkap kenangan usang

Wajah polos, lugu tanpa beban
Tanpa guratan duka yang membatas
angan
Suara riuh rendah, riang tawa iringi
langkah kaki

Berlari di tengah terik mentari
Tanpa mimpi, tanpa imaji, hanya
senandung ceria merias hari
Kicau burung prenjak, sekejap
buyarkan wajah kecilku
Dan silir angin, bawa serta
kenangan seperempat abad silam

Kini wajah yang lugu dan polos, raib
sudah
Berganti wajah tua penuh guratan
lelah
Kisah telah banyak berubah