Senin, 27 Juli 2015

TINGAL KATA


Bergetar Serta Sungguh Bagai Tersambar,, Tulus Rasa Ku Yg Selama Ini Trus Berkobar.. Ketika Badai Yg Hadir Di Anggap Benar Dan Aku Yg Kalah Di Anggap Pintar.. Mana Mungkin Segumpal Darah Yg Tlah Terpadu Kuat,, Terlepas Menjelma Menjadi Pisau Berkarat Yg Berhianat.. Sedangkan Hasrat Atau Niat,, Tak Pernah Sedikit Pun Tersirat.. Kini Sahabat Tinggal Lah Kata Sahabat … Indah Kenangan Tinggal Lah Kenangan Yg Hanya Bisa Di Ingat… Semua Kisah Tlah Benar Tamat.. Karena Kepercayaan Hanya Lah Di Ucap,, Tidak Menancap

KERINDUAN ABADI


Mencoba lepaskan beban Kutulis sebait puisi tentang kerinduan Terpendam dibatas jarak yang memisahkan Jujur ingin aku bertemu mencoba lukiskan bayangmu Selintas wajah kekasih yang kurindukan Di secarik kerta kutuliskan kata- kataku dan kubisikkan agar Tetap setia padaku betapa berarti Sesaat pertemuan kita Obati rindu sekian waktu lamanya Hanya hati Setia pada cinta dijiwa Kan membawa ini jadi selamanya.