Bukan intan
Namun kilaumu biaskan jalanku
Pun kau bukan gemintang
Namun teduh tatapmu terus
memaksaku tuk menatapnya
tanpa bosan tanpa lelah
Entah karna apa hati ini
terpikat pada sosokmu
Rupawan ? brilian? Hartawan?
Kurasa bukan !!
Mungkin semua karena satu
sisi dari dirimu yang berpendar
itu
Masih jelas teringat
Rapuh langkahmu yang terus
kau pijakan
di atas apa kata mereka tentang
dirimu
Kau masih bisa terus berlari di atas
beling-beling perih itu
Ku akui, perbedaan dalam dirimulah
yang telah mengundang tutur mereka
Tutur-tutur pedas dan pahit tertuju
padamu
Namun dari situlah
Kurasa pendar cahayamu berasal
Dari sebuah ruang kecil yang
terselinap jauh di dalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar