Jumat, 21 Agustus 2015

PEREMPUAN


Bukan intan Namun kilaumu biaskan jalanku Pun kau bukan gemintang Namun teduh tatapmu terus memaksaku tuk menatapnya tanpa bosan tanpa lelah Entah karna apa hati ini terpikat pada sosokmu Rupawan ? brilian? Hartawan? Kurasa bukan !! Mungkin semua karena satu sisi dari dirimu yang berpendar itu Masih jelas teringat Rapuh langkahmu yang terus kau pijakan di atas apa kata mereka tentang dirimu Kau masih bisa terus berlari di atas beling-beling perih itu Ku akui, perbedaan dalam dirimulah yang telah mengundang tutur mereka Tutur-tutur pedas dan pahit tertuju padamu Namun dari situlah Kurasa pendar cahayamu berasal Dari sebuah ruang kecil yang terselinap jauh di dalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar